Pertanyaan :
Assalamu'alaikum warah matullahiwabarakatuh...
Soalan...
Dikala kita sedang mengerjakan shalt,tiba2 tersa ingin kentut,nmun kentut it kita tahan hingga habis shalt.
Sah kah shalt itu?
Perlukah shalt itu diulangi?
Sekian...
Monggo pencerahannya.
Jawaban :
Kalau
pengin kentutnya sebelum melaksanakan sholat maka makruh dan sholat
tetap syah tidak usah diulang,ada juga ulama yang berpendapat haram
apabila sampai menghilangkan ke khusu,an sholat...Kalau pengin kentutnya
ketika sudah sholat maka tidak makruh bahkan wajib ditahan,karna
apabila tdk ditahan justru haram sebab sama halnya kita membatalkan
sholat tanpa adanya udzur...FATHUL MUNIN DAN I,ANATUTTHOLIBIN !
Pendapat lain :
Subulus Salam juz 1 hal 227
وَيَلْحَقُ
بِهِمَا مُدَافَعَةُ الرِّيحِ فَهَذَا مَعَ الْمُدَافَعَةِ، وَأَمَّا إذَا
كَانَ يَجِدُ فِي نَفْسِهِ ثِقَلَ ذَلِكَ وَلَيْسَ هُنَاكَ مُدَافَعَةٌ
فَلَا نَهْيَ عَنْ الصَّلَاةِ مَعَهُ، وَمَعَ الْمُدَافَعَةِ فَهِيَ
مَكْرُوهَةٌ، قِيلَ تَنْزِيهًا لِنُقْصَانِ الْخُشُوعِ، فَلَوْ خَشِيَ
خُرُوجَ الْوَقْتِ إنْ قَدَّمَ التَّبَرُّزَ وَإِخْرَاجَ الْأَخْبَثِينَ،
قَدَّمَ الصَّلَاةَ، وَهِيَ صَحِيحَةٌ مَكْرُوهَةٌ كَذَا قَالَ
النَّوَوِيُّ، وَيُسْتَحَبُّ إعَادَتُهَا، وَعَنْ الظَّاهِرِيَّةِ:
أَنَّهَا بَاطِلَةٌ.
Termasuk
dalam larangan di atas, menahan kentut... Ini jika disertai kebelet...
Adapun jika dirinya mampu menahan dan tidak ada rasa kebelet, maka tidak
terlarang untuk shalat sambil menahannnya.... Dan jika disertai
kebelet, hukumnya dibenci... Ada yg mengatakan, makruh saja, karena
mengurangi khusyu shalat. Jika dikhawatirkan waktu shalat habis, ketika
dia mendahulukan buang air maka dia boleh shalat, dan shalatnya sah,
namun makruh... Demikian keterangan An-Nawawi... Dan dianjurkan untuk
mengulangnya... Sementara menurut madzhab Zahiriyah, shalatnya
batal.....
Link : https://www.facebook.com/groups/270357096398790/permalink/396730523761446/